Saturday, June 3, 2017

Tips dan Kiat Cara Budidaya Bawang Merah dari Petani Sukses

Tips dan Kiat Cara Budidaya Bawang Merah dari Petani Sukses - Bertani bawang merah masih menjadi salah satu pekerjaan yang memiliki peluang yang cukup bagus. Bagaimana tidak, produk hasil pertanian bawang merah ini merupakan salah satu kebutuhan rempah bumbu yang dibutuhkan oleh hampir semua masyarakat.

Tips Cara Budidaya Bawang Merah Sukses

Maka dari itu wajar kalau peluang perjuangan budidaya bawang merah ini cukup menggiurkan. Yang akan kita bahas kali ini bukan persoalan baik tidaknya peluang atau prospek yang dimiliki tetapi beberapa tips dan cara budidaya atau cara menanam bawang merah.

Bagi yang sebelumnya sudah mengadakan analisa mendalam mengenai prospek bertani bawang ini maka mampu melanjutkan persiapan dan rencananya dengan mempelajari lebih matang perihal teknik budidaya yang digunakan. 

Tentu kita ingin mampu menerapkan budidaya bawang merah hasil melimpah biar sukses bukan? Maka dari itu kita perlu persiapan matang, salah satunya yaitu dengan berguru dan memahami seluk beluk penanaman dan perawatan tanaman bawang tersebut.

Hal ini sangat penting alasannya berkaitan dengan berhasil dan tidaknya kita dalam membudidayakan tanaman rempah bumbu tersebut.

Perlu kita tahu, bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk famili Liliaceae, merupakan sayuran semusim, berumur pendek, serta diperbanyak secara vegetatif menggunakan umbi, maupun generatif dengan biji (TSS=True Shallot Seed).

Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah hingga tinggi (0–1000 m dpl), dengan ketinggian optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah ialah 0–450 m dpl.

Tanaman ini peka terhadap curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi serta cuaca berkabut, juga memerlukan penyinaran cahaya matahari maksimal (minimal 70% penyinaran) dengan suhu udara 25-32oC, dan kelembaban nisbi 50-70%.

Tanah yang dibutuhkan untuk tanaman bawang merah ialah yang berstruktur remah, tekstur sedang hingga liat, drainase dan aerasi yang baik, mengandung materi organik yang cukup, dan pH tanah netral (5,6– 6,5).

Tanah yang paling cocok untuk tanaman bawang merah ialah tanah Aluvial atau kombinasinya dengan tanah Glei-Humus atau Latosol. Tanah lembab dengan air yang tidak menggenang disukai oleh tanaman bawang merah. 

Waktu tanam bawang merah yang baik ialah pada trend kemarau dengan ketersediaan air yang cukup, yaitu pada bulan April/Mei setelah padi dan pada bulan Juli/Agustus, Cara Budidaya Bawang Merah Sukses.

Penanaman bawang merah di trend kemarau biasanya dilaksanakan pada lahan bekas padi sawah atau tebu, sedangkan penanaman di trend hujan dilakukan pada lahan tegalan.

Bawang merah dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman cabai merah. Supaya lebih terang berikut beberapa tips yang harus diperhatikan untuk cara budidaya bawang merah tersebut.

A. Persiapan bibit bawang merah
Tentu saja, sebelum melaksanakan penanaman tanaman bawang merah maka kita harus lebih dulu menyiapkan bibitnya. Dalam hal ini tentu saja kita harus menyiapkan bibit yang kualitasnya benar-benar rupawan sehingga kalau ditanam dapat menghasilkan panen berlimpah.

Lalu ibarat apa bibit bawang merah yang bagus, bagaimana ciri - ciri yang dapat dikenali? Bibit yang baik untuk bawang berwarna merah ialah sebagai berikut!
  • Bibit yang berasal dari bawang jenis merah berusia 70 hingga 90 hari
  • Telah didiamkan selama 2 hingga 3 bulan lamanya
  • Segar serta cerah
  • Bibit tidak boleh kisut
  • Tidak ada warna hitam di bibit alasannya hal tersebut berarti tanda penyakit
  • Hindari pemakaian bibit dengan umbi yg berukuran kecil
  • Ukuran umbi harus seragam
  • Tidak ada lecet atau memar di kulit bibit bawang merah (masih mulus)
  • Potong umbi pada adegan ujung sebelum ditanam (pemotongannya sekitar ¼ hingga 1/3 bagian)
  • Buang kulit terluar yang sudah mengering
  • Akar yang terlalu panjang mampu dibuang
  • Setelah dipotong dikeringkan atau dibiarkan dulu biar tidak amis sebelum ditanam
  • Ukuran perkiraan, 600 hingga 800 kilogram bibit untuk satu hektar lahan (sesuai kebutuhan)

Bisa kita lihat bawah untuk bibit atau benih kita tidak boleh sembarangan dalam memilih. Harus kita pilih bibit yang sehat dan tepat biar tanaman nantinya mampu tumbuh subur dan mampu dipanen dengan hasil yang baik.

B. Persiapan lahan penanaman bawang merah
Selain bibit, yang perlu disiapkan dalam tips budidaya tanaman bawang tersebut ialah lahannya. Lahan tersebut diolah dengan tujuan biar gembur serta menjadi lahan terbaik untuk tumbuh serta berkembangnya bibit bawang merah. Berikut langkah mudah membuat lahan yang baik;
  • Gemburkan tanah dari lahan yang terpilih menggunakan bajak sawah atau traktor
  • Buat bedengan dengan parit di antara bedengan tersebut
  • Perkiraan ukuran parit 30 hingga 35 centimeter dengan kedalaman mencapai 30 hingga 40 centi meter saja
  • Anda mampu membuat bedengan dengan lebar 1 meter hingga 1,2 meter
  • Bedengan harus diberi pupuk dasar satu Minggu sebelum bibit ditanam. Gunakan pupuk sangkar atau kompos serta ratakan pada bedengan tersebut.
  • Alirkan air pada lahan biar berair serta siap ditanami satu hari sebelum proses penanaman.

Parit dibuat sebagai pemikiran air, ini akan sangat berkhasiat dikala Anda menyirami bawang merah dalam proses pemeliharaannya nanti. Jangan lupa untuk menyiangi tanaman bawang merah dari tanaman atau rumput yg tumbuh di sekitarnya.

Biasanya, biar mudah dalam penanaman di atas bedengan dibuat garis yang mengambarkan kawasan penanaman bibit. 

Beberapa informasi di atas mungkin tidak ada artinya kalau kita sudah lama bergaul dalam seluk beluk budidaya tanaman ini.

Namun untuk pemula yang gres berniat mencoba perjuangan atau urusan ekonomi di bidang ini maka cara budidaya bawang merah di atas mampu menjadi sumber ilmu tambahan. Mudah-mudahan mampu menjadi materi berguru kita semua. Itu saja, salam sukses budidaya!